{"id":251,"date":"2020-02-21T03:20:45","date_gmt":"2020-02-21T03:20:45","guid":{"rendered":"http:\/\/unparpress.development.unpar.ac.id\/?p=251"},"modified":"2020-02-21T03:20:45","modified_gmt":"2020-02-21T03:20:45","slug":"larantuka-kota-cantik-di-ujung-pulau-flores","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unparpress.unpar.ac.id\/index.php\/2020\/02\/21\/larantuka-kota-cantik-di-ujung-pulau-flores\/","title":{"rendered":"Larantuka, Kota Cantik di Ujung Pulau Flores"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image\"><img src=\"http:\/\/unparpress.development.unpar.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/43\/2020\/02\/tes2-2.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-252\" \/><figcaption>Larantuka, Flores Timur (Sumber: hipwee)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Bagi Anda yang belum pernah mengunjungi Kabupaten Flores Timur (Flotim) yang beribukota di Larantuka, siapa tahu suatu saat nanti berkesempatan ke sana. Larantuka adalah sebuah kota kecil di ujung timur Pulau Flores. Yang membuat Larantuka istimewa adalah letaknya yang berada di kaki gunung besar bernama Gunung Ile Mandiri, namun juga berbatasan langsung dengan laut lepas. <strong>Semana Santa<\/strong> merupakan agenda tahunan yang menarik banyak wisatawan dari berbagai penjuru.<\/p>\n\n\n\n<p>Kerajaan Larantuka adalah\nsalah satu kerajaan di Indonesia yang pernah menguasai wilayah Nusa Nipa, atau\nKepulauan Nusa Tenggara, tepatnya di wilayah Nusa Tenggara Timur. Kerajaan ini\ndiperkirakan sudah ada sejak abad ke-13 M. Pada abad ke-14 M, pengaruh kerajaan\nMajapahit diduga kuat masuk ke wilayah kerajaan Larantuka. Memasuki abad ke-16\nM, wilayah Nusa Tenggara diduduki oleh bangsa Portugis dari Eropa. Kerajaan\nLarantuka mendapatkan pengaruh budaya Portugis yang cukup kental.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada masa kini Kabupaten\nFlores Timur bergulat dengan isu-isu kemiskinan, kecukupan pangan, kesehatan,\npendidikan, pengangguran, ketimpangan, dan lain-lain. Infrastruktur, seperti\nketersediaan air baku, merupakan persoalan sangat dasar; belum lagi\nketerbatasan infrastruktur transportasi. Perekonomian dan harapan terhadap\ninvestasi berfokus pada tiga sektor, yaitu pertanian, kelautan, dan pariwisata.<\/p>\n\n\n\n<p>Dewasa ini pariwisata\nmerupakan program yang digalakkan Kabupaten Flores Timur, dengan penekanan pada\npariwisata berbasis masyarakat. Kelompok sadar wisata (pokdarwis) diharapkan\nmenjadi ujung tombak. Koordinasi di semua lini perlu diupayakan secara serius\nuntuk mewujudkan konsep atau model pariwisata berbasis masyarakat tersebut. Selain\nmelibatkan masyarakat, anggaran pun tidak semata-mata berasal dari pemerintah, bisa\njuga menggunakan dana desa atau dana swadaya masyarakat. Demikian harapan\nPemerintah Kabupaten Flores Timur. Flores Timur memiliki tiga jenis wisata yang\npotensial yakni wisata alam, wisata budaya, dan wisata religi.\n\nTentu saja, pengembangan pariwisata perlu didukung dengan infrastruktur\ndan sumber daya manusia. Maju terus, Kabupaten Flores Timur. &nbsp;***(PX)\n\n\n\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi Anda yang belum pernah mengunjungi Kabupaten Flores Timur (Flotim) yang beribukota di Larantuka, siapa tahu suatu saat nanti berkesempatan ke sana. Larantuka adalah sebuah kota kecil di ujung timur Pulau Flores. Yang membuat Larantuka istimewa adalah letaknya yang berada di kaki gunung besar bernama Gunung Ile Mandiri, namun juga berbatasan langsung dengan laut lepas. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":252,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":""},"categories":[2],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unparpress.unpar.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/251"}],"collection":[{"href":"https:\/\/unparpress.unpar.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unparpress.unpar.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unparpress.unpar.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unparpress.unpar.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=251"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/unparpress.unpar.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/251\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unparpress.unpar.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/252"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unparpress.unpar.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=251"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unparpress.unpar.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=251"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unparpress.unpar.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=251"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}